Welcome to our blog, hope always give you many benefit in your life** tugas kita adalah untuk berbagi dan belajar


Disusun Oleh: Bapak Muslim S. Pd
Sekolah: MTs. Yaspia. Ngroto
Alamat: Desa Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Jateng 58164

 


KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji sukur selalu kami limpahkan pada Allah SWT  yang telah memberi hidayah, inayah serta karunianya sehingga kami dapat melaksanakan dan melanjutkan tugas kami dalam membimbing siswa dan siswi kami dengan harapan semoga dalam proses belajar mereka mendapat ilmu yang bermanfaat.
            Solawat serta salam semoga selalu dilimpahkan pada Rosulullah SAW, kepada keluarganya. sahabatnya dan pengikutnya yang selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan  amin.
Buku ini kami tulis dalam bentuk modul sebagai metode atau suatu cara dalam mengetahui pengelolaan laboratorium secara umum dan menyeluruh tapi dalam tampilan yang sangat praktis sehingga dengan mudah dapat di pelajari bagaimana sebenarnya mengelola laboraturium yang benar.
Selain menggunakan buku panduan yang lain di harapkan para siswa banyak berlatih memecahkan masalah yang menyangkut teknik laboratorium serta praktikum seperti fisika, Biologi, Kimia dan sebagainya.
Penulis menyadari bahwa buku ini banyak kekurangan, untuk itu saran yang mrmbangun akan penulis terima dengan senang hati untuk perbaikan.
Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi siswa-siswi kami kususnya dan pembaca umumnya

Pengelola Laboratorium




TATA LETAK ALAT LABORATORIUM IPA

Penataan alat-alat merupakan sebagian kecil dari fungsi manajemen laboratorium. Untuk dapat memahami penataan alat di lab, kita perlu memahami fungsi dan struktur lab, serta berbabagai aspek terkait dengan manajemen lab. Dalam hal ini, sistem manajemen lab IPA di sekolah.

1. LABORATORIUM IPA
Laboratorium IPA merupakan tempat siswa dan guru belajar
menemukan dan memecahkan masalah IPA. Di Lab, siswa dan guru melakukan penyelidikan dengan pengamatan-pengamatan objekobjek
alam (gejala-gejala alam) dan atau percobaan-percobaan. Bentuk Laboratorium bisa berupa ruang tertutup (dirancang) maupun ruang terbuka (Lingkungan sekitar ; bentang alam).

2. TATA RUANG LAB
Laboratorium paling tidak terdiri dari beberapa ruang
kegiatan penting, meliputi :
1)      Ruang Praktek
Dengan syarat-syarat (bentuk, ukuran,penerangan, ventilasi, kenyamanan, keamanan)
2)      Ruang persiapan
 (tempat preparasi alat – bahan,persiapan kerja, menyusun alat peraga, dst)
3)      Ruang penyimpanan
 (gudang alat penunjang, bahan baku,bahan kimia),
4)      Ruang gelap
 untuk kegiatan yang tdk membutuhkancahaya),
5) Ruang timbang,
6) Ruang Specimen dan kultur
7) Rumah kaca (Green house )

3. PERLENGKAPAN LABORATORIUM IPA
a) Alat-alat Lab : alat peraga, alat ukur, alat optik dan magnetic, alat dasar, alat-alat penunjang, model-model, dll
b) Perabot : meja dan kursi, lemari, rak, meja domonstrasi, dll.
c) Perkakas : obeng, tang, kikir, gergaji
d) Kotak P3K beserta isinya
e) Alat pemadam kebakaran
f) Alat pembersih
g) Buku-buku : Buku inventaris alat-bahan, Buku cacatan kegiatan, Buku peminjaman alat, buku-buku sumber, katalog alat, buku petunjuk, petunjuk operasional alat yang standart, dll.

4.TATA LETAK LABORATORIUM
• Tidak terletak di arah angin agar terhindar dari polusi dari tempat lain
• Mempunyai jarak cukup jauh terhadap sumber air, untuk menghidari pencemaran air.
• Mempunyai saluran pembuangan tersendiri.
•Mempunyai jarak cukup jauh terhadap bangunan lain untuk memperoleh ventilasi yangcukup dan penerangan alami yang optimum.
• Terletak pada bagian yang mudah dikontrol

5. PENGELOLAAN LABORATORIUM
Pengelolaan Lab :
o Proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien,
o Untuk mencapai suatu sasaran yang secara optimal
o Memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya.
o Berdasar prinsip dan fungsi manajemen yang baik
Aspek pengelolaan Lab meliputi :
o perencanaan,
o pengorganisasian / penataan,
o Directing (pengaturan)
o Pengendalian - pengawasan
o Budgeting/ Anggaran.





6.  PERENCANAAN
Pemikiran sistematis, analitis dan strategis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm /tenaga, dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien

7.  PENATAAN
Penataan terkait erat dengan pengelompokkan, penempatan, penyimpanan dan kemudahan pemeliharaan dan penggunaannya. Alat-alat Lab IPA dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, seperti :
a)      Alat kegiatan
a.       (pengamatan & pengukuran), seperti mikroskop, osiloskop, perangkat alat optik, kamera, anemometer, kalorimeter, timbangan, dsb
b)      Alat-alat dasar
a.       digunakan untuk melengkapi alat/ perangkat alat percobaan, seperti gelas kimia, tabung reaksi, pipa kapiler, erlenmeyer, pelubang gabus, selang plastik, dst
c)      Alat peraga
a.       seperti Kit IPA, termasuk di dalamnya Model, torso, insektarium dan alat-alat lain yang serupa, digunakan untuk meragakan suatu struktur suatu obyek IPA
d)     Charta, foto, atau Bagan, digunakan untuk menjelaskan suatu hal;
e)      Perkakas dan alat penunjang
Seperti obeng, alat bor, tang, catut, gunting, soldier, alat pemadam kebakaran, Jas Lab, Masker, kulkas, dst yang digunakan untuk memperbaiki macam-macam peralatan lab Pengelompokan juga dapat didasarkan atas sifat peralatan. Menurut dasar ini, penataan alat-alat lab dapat dipisahkan menjadi beberapa kelompok, seperti (1) alat elektronik dan magnet, (2) alat optik, (3) kalor, (4) model, gambar atau bagan

a. DASAR PENATAAN ALAT LAB
• Prinsip kemudahan utk digunakan
• prinsip keamanan
• prinsip kerapian
• prinsip keterawatan
• efektivitas pengoperasian alat
• efisiensi
Pada penataan perabotan, perlu mempertimbangkan ruang
gerak (mobilitas) untuk kegiatan.

b. BAHAN PERTIMBANGAN PENATAAN
• jenis alat alat (Elektrik / Non Elektrik ?; Alat / perkakas?)
• tingkat resiko (Timbangan analit – mekanik yg mudah rusak ?, Alat gelas yg mudah pecah?, alat Listrik yg menggunakan daya cukup tinggi ?)
• sifat alat ( Mikroskop ?, alat dg bahan mudah terbakar ?, alat bahan besi yg mudah karat ? )
• kecanggihan alat
• kualitas alat
• jumlah alat tersedia
• bahan penyusun alat
• bentuk dan ukuran alat
• bobot/ berat alat
• Frekuensi penggunaan

c. PELETAKAN ALAT LAB TERSEDIA
1) Tempat/ Ruang : (a) di Ruang Kegiatan
(b) di Ruang preparasi
(c) di Gudang
(d) R. timbang
(e) Rumah kaca
2) Sarana :
(a) Lantai tepi Ruang Keg.
(b) Almari alat
(c ) Almasi display
(d ) Almari alat-alat penunjang
(e ) Meja
(F ) Dinding
3) Sifat Penempatan : 1) Permanen ;
2) Mobile – dapat dipindah
Contoh penataan
• alat-alat yang sering digunakan, alat yang Boleh diambil sendiri oleh siswa dan alat yang
Mahal, penyimpanannya dipisah ?
• alat untuk percobaan biologi / ipa dikumpulkan Menurut golongan percobaannya
• alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis Percobaan disimpan tersendiri ditempat khusus.
• alat-alat untuk percobaan biologi umumnya Disimpan menurut judul percobaan atau dapat
Dilakukan berdasarkan atas bahan alat .
• alat-alat listrik (alat ukur & penunjang) diletakkan di dekat sumber listrik – Menyesuaikan dg instalasi
Sarana / alat keamanan lab ?
• instalasi air dg sistem pembuangan limbah
• saluran gas dengan kran sentral
• instalasi listrik dgn sekering / pemutus arus
• kotak p3k
• daftar no telepon lembaga terkait : dinas
Pemadam kebakaran, rumah sakit, dokter,
Kepolisian
• alat pemadam kebakaran yg siap pakai dan Mudah dijangkau
• bak berisi pasir kering dengan sekop
• selimut anti api
• tata tertib
• petunjuk penanggulangan kecelakaan

8.  ORGANISASI
ORGANISASI LABORATORIUM IPA SEKOLAH ;
o KEPALA SEKLAH
o WAKASEK BID KURIKULUM
o WAKASEK BID SARPRAS
o KOORDINATOR LAB
o LABORAN

9.  TUGAS KOORDINATOR LABORATORIUM
• Mengkoordinasi guru-guru ipa dalam penggunaan lab
 • mengusulkan kepada penanggung jawab lab untuk pengadaan alat dan bahan praktek

10. TUGAS LABORAN
• Mengerjakan tugas-tugas administrasi lab
• menyimpan semua alat dan bahan secara rapi Sesuai dengan jenisnya
• mempersiapkan dan menyimpan kembali alat dan Bahan yang telah digunakan
• merawat semua alat / bahan/ fasilitas lab
• bertanggung jawab atas kebersihan alat dan Ruang lab beserta perlengkapan lainnya

11.  ADMINISTRASI LAB
• Buku inventaris alat dan bahan
• kartu stok alat dan bahan
• kartu label jenis alat dan bahan
• formulir permintaan/peminjaman alat dan bahan
• buku harian
• kartu reparasi alat
• daftar alat dan bahan sesuai lks
• jadwal kegiatan/penggunaan lab
                                                                                           Ngroto ; 20 juli 2013
                                                                                           Pengelola Lab IPA



                                                                                           ( Muslim S.Pd. )
Mengetahui
Kepala Sekolah M.A Yaspia Ngroto                                 Kepala Sekolah M.Ts Yaspia Ngroto


( Drs. Dakok )                                                                  ( Sunardi S.E. )








DAFTAR PUTAKA

Hadiat (Ed.). 1984. Pedoman Pengelolaan Laboratorium IPA Jakarta: Ruzzmedia.
Sudharto. Dkk. 2000. Pegangan Guru Proyek Pengadaan Buku.  Jakarta : Depdikbud.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional R.I. Tentang Standart Tenaga
Laboratorium Sekolah/ Madrasah. No. 26 Tahun 2008

Read More
Diposting oleh Ranum on Senin, 07 April 2014
0 komentar
categories: | edit post



 BIOLOGI UMUM
Disusun Oleh: Ranum Saputri



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Indonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Dari Sabang sampai Merauke tersebar sekitar 40.000 jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan berbagai jenis bahan kimia yang sangat potensial sebagai bahan pangan, kosmetik, obat-obatan bahkan wangi-wangian atau parfum sekalipun. Salah satu bahan kimia yang terdapat dalam berbagai jenis tumbuhan yang ada adalah minyak atsiri.
Minyak atsiri tidak dapat terlepas dari membahas masalah bau dan aroma, karena fungsi minyak atsiri yang paling luas dan umum diminati adalah sebagai pengharum, baik sebgai pengharum ruangan, pengharum sabun, pasta gigi dan lain sebagainya.
Indonesia dengan hutan tropik yang begitu luas minyimpan ribuan spesies tumbuhan dari berbagai famili seperti Lauraceae, Myrtaceae, Rutaceae, Myristicaceae, Astereaceae, Roseceae dan Labiateae yang dimana banyak famili tumbuhan tersebut yang potensial sebagai penghasil minyak atsiri. Namun di masyarakat pemanfaatan dari tumbuhan yang mengandung minyak atsiri itu belum tersosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian minyak atsiri?
2.      Apa saja macam-macam tumbuhan yang mengandung minyak atsiri?
3.      Bagaimana analisis komponen minyak atisiri pada tumbuhan?
4.      Apa saja manfaat yang ada pada tumbuhan yang mengandung minyak atsiri?



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Minyak atsiri
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
Para ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.[1]
Ditinjau dari segi kimia fisika, minyak atsiri hanya mengandung dua golongan senyawa, yaitu oleoptena dan stearoptena. Oleoptena adalah bagian hidrokarbon di dalam minyak atsiri dan berwujud cairan. Umumnya senyawa golongan oleoptena ini terdiri atas senyawa monoterpena, sedangkan steroptena adalah senyawa hidrokarbon teroksigenasi yang umumnya berwujud padat. Stearoptena ini umumnya terdiri atas senyawa turunan oksigen dari terpena.
Pada dasarnya semua minyak atsiri mengandung campuran senyawa kimia dan biasanya campuran tersebut sangat komplek. Beberapa tipe senyawa organic seperti hidrokarbon, alcohol, oksida, ester, aldehida dan eter terkandung dalam minyak atsiri. Yang menentukan aroma minyak atsiri adalah tingkat presentasi yang paling tinggi diantara komponennya. [2] Komponen aroma dari minyak atsiri cepat berinteraksi saat dihirup, senyawa tersebut secara cepat berinteraksi sistem syaraf pusat dan langsung merangsang pada sistem olfactory, kemudian system ini akan menstimulasi syaraf-syaraf pada otak dibawah kesetimbangan korteks serebral (Buckle, 1999). Senyawa-senyawa berbau harum atau fragrance dari minyak atsiri suatu bahan tumbuhan telah terbukti pula dapat mempengaruhi aktivitas lokomotor (Buchbauer, 1991).
Aktivitas lokomotor merupakan aktivitas gerak sebagai akibat adanya perubahan aktivitas listrik yang disebabkan oleh perubahan permeabelitas membran pascasinaptik dan oleh adanya pelepasan transmitter oleh neuron prasinaptik pada system syaraf pusat (Gilman,1991). Penelitian minyak atsiri yang mempengaruhi aktivitas lokomotor diawali oleh Kovar et al. (1987) yang melaporkan bahwa senyawa 1,8-cineole yang diisolasi dari minyak atsiri bunga rosemary dapat menurunkan aktivitas lokomotor tikus, setelah tikus tersebut diinduksi dengan senyawa stimulan kafein.
Pengujian klinis efek sedatif dari minyak lavender dimulai oleh Buchbauer (1993) yang telah membuktikan bahwa wangi minyak atsiri bunga lavender dapat menurunkan aktivitas lokomotor pada manusia (Buchbauer, 1991). Penelitian aktivitas aromaterapi secara ilmiah masih sedikit, ha ini terbukti masih sedikit minyak atsiri asli Indonesia digunakan sebagai komoditas aromaterapi di Mancanegara.[3]
B.     Macam-Macam Tumbuhan yang Mengandung Minyak Atsiri
Ditinjau dari sumber alami minyak atsiri, substansi mudah menguap ini dapat dijadikan sebagai sidik jari atau ciri khas dari suatu jenis tumbuhan karena setiap tumbuhan menghasilkan minyak atsiri dengan aroma yang berbeda. Dengan kata lain, setiap jenis tumbuhan menghasilkan minyak atsiri dengan aroma spesifik. memang ada beberapa jenis minyak atsiri dengan aroma yang mirip, tetapi tidak sama persis dan sangat bergantung pada zat kimia yang yang menyusun. perlu diingat bahwa tidak semua tumbuhan menghasilkan minyak atsiri, hanya tumbuhan yang memiliki sel glandula sajalah yang bisamenghasilkan minyak atsiri.[4]
Famili tumbuhan Lauraceae, Myrtaceae, Rutaceae, Myrysticaceae, Astereaceae, Apocynaceae, Umbeliferae, Pinaceae, Rosaceae, dan Labiatae adalah family tumbuhan yang sangat popular sebagai penghasil minyak atsiri. Indonesia dengan hutan tropis yang luas menyimpan ribuan spesies tumbuhan yang sangat popular sebagai penghasil minyak atsiri. Puluhan bahkan ratusan spesies tumbuhan dari family Lauraceae hidup tersebar dari Sabang sampai Merauke dan biasa tumbuh di tengah zona pegunungan, Lauraceae banyak dijumpi baik dalam spesies maupun specimen. Spesies yang paling pupuler dari family ini adalah kayu manis atau Cinnamomum burmannii dengan senyawa sinamaldehida sebagai komponen utama.[5] Pohon dengan tinggi 6-12 m. Ranting tua Gundul. Kulit dan daun kalu diremas barbau kayu manis yang kuat. Daun bulat telur atau elips memanjang, daun muda berwarna merah dan memiliki benang sari 12 banyak dijumpai di  Srilangka.[6] Dan jenis tumbuhan ini telah diusahakan dalam bentuk perkebunan dan merupakan komoditas ekspor Indonesia semenjak zaman kolonial Belanda. Disamping C. burmannii, masil ada lagi jenis Cinnamomum lainnya seperti C. cssia, C. javanicum, C. verum, dan C. sintoc.
Tumbuhan dari famili Myrtaceae yang sangat popular di Indonesia adalah Melaleuca leucadendron atau kayu putih sedangkan Eucalyptus lebih banyak tersebar di Australia. Minyak atsiri dari daun tumbuhan kayu putih yang memiliki sineol sebagai komponen utamanya, telah dikenal sejak lama untuk mengobati barbagai jenis penyakit seperti masuk angin, keseleo, pilek, dan rematik, banyak ditemukan di Maluku misalnya Pulau Buru.[7]
Nilam (Pogostemon sp.) adalah tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak ditanam di Sumatera Barat, Sumatera Utara (Nias, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah), Aceh Barat, Aceh Selatan dan Purwokerto. Ada 3 jenis nilam, yaitu:  Pogostemon patchouli, P. heyneanus dan P. hortensis berasal dari Filipina, kemudian disebarkan dan berkembang di Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brazilia dan Indonesia. Di Indonesia nilam ini di tanam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Nilam ini tidak berbunga, kadar minyaknya tinggi (2,5~5 %). Karakteristik minyaknya sesuai dengan yang diinginkan dalam perdagangan. P. heyneanus disebut juga nilam Jawa atau nilam hutan. Tanaman ini berasal dari India. Di Indonesia, tanaman ini banyak ditemukan di hutan-hutan Pulau Jawa. Tanaman ini dapat membentuk bunga dan kadang minyaknya lebih rendah (0,5~1,5%). Karakteristik minyak ini kurang diinginkan dalam perdagangan. P. hortensis disebut juga nilam sabun karana dapat digunakan untuk mencuci pakaian. Tanaman ini hanya ditemukan di hutan-hutan daerah Banten. Meskipun sepintas mirip nilam Jawa, tanaman ini tidak berbunga. Kandungan minyaknya juga rendah (0,5~1,5 %). Sifat minyaknya jelek dan kurang diminati pasar.[8] Tanaman nilam tumbuh dengan baik di daratan rendah, tapi dapat ditanam di daratan tinggi yang tidak lebih dari 2200 m dpl. Untuk pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hujan yang merata sepanjang tahun dengan curah hujan yang cukup tinggi (2500~3500 mm). Suhu yang hangat 24~28 derajat Celcius dan kelembaban udara sedang (75%). Agar tumbuh dengan baik, tanaman ini membutuhkan yanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung humus. Tanaman sudah dapat dipanen 6~8 bulan setelah ditanam. Kemudian panen dapat diulang setiap 3 bulan.
Kemudian Jahe yang merupakan salah satu tanaman rempah. Tanaman ini membutuhkan curah hujan yang tinggi dan tanah subur untuk pertumbuhannya. Tanaman ini banyak diusahakan di daerah yang berketinggian 500~1000 m dpl. Saat ini terdapat 3 jenis jahe, yaitu jahe putih kecil (jahe sunti), jahe merah dan jahe besar (jahe gajah). Jahe sunti dan jahe merah mengandung cleoresin dan serat lebih banyak dibanding jahe gajah. Jahe diolah menjadi berbagai produk, diantaranya adalah jahe kering, bubuk jahe, minyak atsiri jahe, pikel jahe, jahe kristal dan manisan jahe. Masih dalam lingkup rempah yaitu Pala yang terdiri dari berbagai spesies, yaitu Myristica fragrans yang berasal dari Pulau Banda;  M. argenta Warb (Papua noot) dan M. schefferi Warb yang berasal dari Papua Barat, M. speciosa yang berasal dari Pulau Bacan serta M. sucecanea  yang berasal dari Pulau Halmahera. Buah dari M speciosa dan M. sucecanea tidak bernilai ekonomis sehingga spesies ini tidak dibudidayakan. Pala tumbuh dengan baik pada daerah yang banyak curah hujannya atau daerah beriklim basah sepanjang tahun dengan udara yang cukup panas dan lembab. Tanaman ini dapat tumbuh didaratan rendah yang kurang dari 700 m dpl pada tanah cerul yang dapat menahan air. Pala mulai berbuah setelah berumur 5~6 tahun. Pada umur 10 tahun tanaman ini akan memberikan hasil buah yang optimal. Tanaman ini produktif berbuah sampai 25 tahun. Buah pala berbentuk bulat telur dampai lonjong, bagian terluar adalah kulit buah. Di bawah kulit buah terdapat tempurung biji yang diselubungi oleh jala berwarna merah api yang disebut dengan fuli. Di bawah tempurung terdapat biji pala. Kandungan bagian-bagian buah tersbut adalah sebagai berikut yaitu buah pala dapat digunakan sebagai bahan baku jamu dan bumbu. Minyak biji pala (misrintin) dapat memberikan efek halusinasi dan membunuh larva peptisida. Minyak fuli dapat juga membunuh larva serangga. Buah muda dari pala dipetik untuk disuling minyaknya karena kandungan minyak atsiri buah pala muda lebih tinggi dibanding dengan buah tua.[9]
Tanaman lain yang mengandung minyak atsiri adalah tanaman gambir ( Uncaria gambir ) merupakan tanaman daerah tropis. Tanaman ini telah dibudidayakan semenjak beberapa abad di daerah paling basah di Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan ujung barat Pulau Jawa. Saat ini sebagian besar produksi gambir berasal dari Sumatera Barat dan sebagian kecil dari Sumatera Selatan dan Bengkulu. Dalam perdagangan, gambir merupakan istilah untuk ekstrak kering daun tanaman gambir. Ekstrak ini mengandung catechin (memberikan pasca rasa manis enak) asam  catechu tanat (memberikan rasa pahit) dan juercetine (pewarna kuning).
C.    Analisis Komponen Minyak Atisiri pada Tumbuhan
Sedikit sekali minyak atsiri yang memiliki komponen tunggal dengan porsi yang sangat besar, kebanyakan mengandunf campuran senyaa dengan berbagai tipe. Karena itu, analisis dan karakterisasi komponen minyak atsiri merupakan masalah yang cukup rumit, ditambah dengan sifatnya yang mudah menguap disuhu kamar. Jadi, untuk menganalisis minyak atsiri perlu diseleksi metode yang akan diterapkan. Kendala yang lazim dihadapi pada saat menganalisis komponen minyak atsiri adalah hilangnya sebagian komponen selama proses preparatife dan selama berlangsungnya proses analisis.
Secara konvensional, komponen minyak atsiri dapat diisolasi dengan menggunakan beberapa teknik sederhana, tetapi ternyata tidak memberikan hasil yang memuaskan. Seperti telah disinggung sebelumnya baha minyak atsiri terdiri atas oleoptena, yaitu komponen yang berwujud cair dan stearoptena yang berwujud padat. Kedua tipe glongan senyawa dalam minyak atsiri ini dapat dipisahkan dengan cara menurunkan suhu dari minyak tersebut dan stearoptenanya akan mengkristal sehingga dapat dipisahkan. Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan penghilangan sebagian komponen dengan  jalan reaksi kimia. Senyawa yang memiliki gugus asam bebas dapat dihilangkan dengan penambahan natrium karbonat, fenol dengan penambahan natrium hidroksida, dan aldehida dengan penambahan natrium bisulfida. Sejak ditemukan kromatografi gas (GC), kendala dalam analisis komponen minyak atsiri ini mulai dapat diatasi walaupun terbatas hanya pada analisis kualitatif dan penentuan kuantitatif komponen penyusun minyak atsiri saja. Pada pengguunaan GC ini, efek penguapan dapat dihindari bahkan dihilngkan sama sekali. Berikut ini akan diuraikan beberapa unsure penting dalam system GC-MS.
Kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) adalah metode yang mengkombinasikan kromatografi gas dan spektrometri massa untuk mengidentifikasi senyawa yang berbeda dalam analisis sampel.  Kromatografi gas dan spketometer masa memilki keunikan masing-masing dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan menggambungkan kedua teknik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemamapuan dalam menganalisis sampel dengan mengambil kelebihan masing-masing teknik dan meminimalisir kekurangannya.
Kromatografi gas dan spketometer masa dalam banyak hal memiliki banyak kesamaan dalam tekniknya.  Untuk kedua teknik tersebut, sampel yang dibutuhkan dalam bentuk fase uap, dan keduanya juga sama-sama membutuhkan jumlah sampel yang sedikit ( umumnya kurang dari 1 ng). Disisi lain, kedua teknik tersebut memiliki perbedaan yang cukup besar yakni pada kondisi operasinya. Senyawa yang terdapat pada kromatografi gas adalah senyawa yang digunakan untuk sebagai gas pembawa dalam alat GC dengan tekanan kurang lebih 760 torr, sedangkan spketometer massa beroperasi pada kondisi vakum dengan kondisi tekanan 10-6 – 10-5 torr.
Prinsip kerja dari GC-MS adalah terdiri dari dua blok bangunan utama: kromatografi gas dan spektrometer massa . Kromatografi gas menggunakan kolom kapiler yang tergantung pada dimensi kolom itu (panjang, diameter, ketebalan film) serta sifat fase (misalnya 5% fenil polisiloksan). Perbedaan sifat kimia antara molekul-molekul yang berbeda dalam suatu campuran dipisahkan dari molekul dengan melewatkan sampel sepanjang kolom. Molekul-molekul memerlukan jumlah waktu yang berbeda (disebut waktu retensi) untuk keluar dari kromatografi gas, dan ini memungkinkan spektrometer massa untuk menangkap, ionisasi, mempercepat, membelokkan, dan mendeteksi molekul terionisasi secara terpisah. Spektrometer massa melakukan hal ini dengan memecah masing-masing molekul menjadi terionisasi mendeteksi fragmen menggunakan massa untuk mengisi rasio. Instrumen/alat :
1.      Gas Chromatography (GC)  
a.       Injection port
Dalam pemisahan dengan GLC cuplikan harus dalam ben­tuk fase uap. Tetapi kebanyakan senyawa organik berbentuk cairan dan padatan. Oleh karena itu, senyawa yang berbentuk cairan dan padatan pertama-tama harus diuapkan. Ini mem­butuhkan pemanasan sebelum masuk dalam kolom. Panas itu terdapat pada tempat injeksi. Namun demikian suhu tempat injeksi tidak boleh terlalu tinggi, sebab kemungkinan akan terjadi perubahan karena panas atau penguraian dari senyawa yang akan dianalisa. Kita juga tidak boleh menginjeksikan cuplikan terlalu banyak, karena GC sangat sensitif. Biasanya jumlah cuplikan yang diinjeksikan pada waktu kita mengadakan analisa 0,5 -50 ml  gas dan 0,2 - 20 ml untuk cairan seperti pada gambar di bawah.
b.      Oven
Oven digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah proses pemisahan komponen sample. Biasanya oven memiliki jangkauan suhu 30 oC – 320 oC.
c.       Column
Kolom merupakan jantung dari kromatografi gas. Ada beberapa bentuk kolom, diantaranya lurus, bengkok, misal berbentuk V atau W, dan kumparan/spiral. Kolom selalu merupakan bentuk tabung. Berisi fasa diam, sedangkan fasa bergerak akan lewat didalamnya sambil membawa sample. Secara umum terdapat 2 jenis kolom, yaitu:
1)      Packed column, umumnya terbuat dari glass atau stainless steel coil dengan panjang 1 – 5 m dan diameter kira-kira 5 mm.
2)      Capillary column, umumnya terbuat dari purified silicate glass dengan panjang 10-100 m dan diameter kira-kira 250 mm.
2.      Mass Spectrometer (MS) sebagai detector
a.       Sumber ion
Setelah analit melalui kolom kapiler, ia akan diionisasi. Ionisasi pada spektroskopi massa yang terintegrasi dengan GC ada dua, yakni Electron Impact ionization (EI) atau Chemical Ionization (CI), yang lebih jauh lagi terbagi menjadi negatif (NCI) dan positif (PCI). Berikutnya akan dijelaskan ionisasi EI. Ketika analit keluar dari kolom kapiler, ia akan diionisasi oleh elektron dari filamen tungsten yang diberi tegangan listrik. Ionisasi terjadi bukan karena tumbukan elektron dan molekul, tapi karena interaksi medan elektron dan molekul, ketika berdekatan. Hal tersebut menyebabkan satu elektron lepas, sehingga terbetuk ion molekular M+, yang memiliki massa sama dengan molekul netral, tetapi bermuatan lebih positif. Adapun perbandingan massa fragmen tersebut dengan muatannya disebut mass to charge ratio yang disimbolkan M/Z. Ion yang terbentuk akan didorong ke quadrupoles atau mass filter. Quadrupoles berupa empat elektromagnet.
b.      Filter
Pada quadrupoles, ion-ion dikelompokkan menurut M/Z dengan kombinasi frekuensi radio yang bergantian dan tegangan DC. Hanya ion dengan M/Z tertentu yang dilewatkan oleh quadrupoles menuju ke detektor.
c.       Detector
Detektor terdiri atas High Energy Dynodes (HED) dan Electron Multiplier (EM) detector. Ion positif menuju HED, menyebabkan elektron terlepas. Elektron kemudian menuju kutub yang lebih positif, yakni ujung tanduk EM. Ketika elektron menyinggung sisi EM, maka akan lebih banyak lagi elektron yang terlepas, menyebabkan sebuah arus/aliran. Kemudian sinyal arus dibuat oleh detektor proporsional terhadap jumlah ion yang menuju detektor.
3.      Komputer
Data dari spekrometri masa dikirim ke computer dan diplot dalam sebuah grafik yang disebut spectrum masa.

a.       Limitasi/Batasan
Secara umum, penggunaan metode GC-MS hanya terbatas untuk senyawa dengan tekanan uap berkisar10-10 torr. Kebanyakan senyawa dengan tekanan lebih rendah hanya dapat dianalisis jika senyawa tersebut merupakan senyawa turunan (contoh , trimetilsili eter). Penentuan penentuan gugus fungsional pada cincin aromatic masih sulit. Untuk senyawa isomer tidak dapat dibedakan oleh spketometer (sebagai contoh : naftalena vs azulena), tapi dapat dipisahkan dengan kromatograpi.
b.      Sensivitas dan Batas Deteksi
Bergantung pada faktor pelarutan dan metode ionisasi, sebuah ekstrak dengan 0,1 – 100 ng dari setiap komponen mungkin dibutuhkan agar sesuai jumlah yang diinjeksikan.
Perbandingan dengan Teknik lainnya
Ø  IR spketometer dapat menyediakan informasi posisi aromatic isomer dimana GC-MS tidak bisa; namun IR biasanya lebih rendah sensitivitasnya sebesar 2 – 4.
Ø  NMR (nuclear magnetic resonance) spektrometri dapat memberikan informasi rinci pada konformasi molekuler ekstrak; namun biasanya NMR lebih rendah sensivitasnya sebesar 2-4.
c.       Sampel
Keadaan sampel harus dalam keadaan larutan untuk diijeksikan ke dalam kromatografi. Pelarut harus bersifat volatile dan organic (sebagai contoh heksana atau dikllorometana). Jumlah sampel bergantung pada metode ionisasi yang dilakukan, biasanya yang sering digunakan untuk analisis sensivitas adalah sebesar 1 – 100 pg per komponen.[10]
d.      Informasi analitikal
GC-MS digunakan untuk identifikasi kualitatif dan pengukuran kuantitatif dari komponen individual dalam senyawa campuran kompleks. Terdapat perbedaan strategi analisis data untuk aplikasi keduanya.
Keunggulan dari metode ini adalah sebagai berikut :
1)      Efisien, resolusi tinggi sehingga dapat digunakan untuk menganalisa partikel berukuran sangat kecil seperti polutan dalam udara
2)      Aliran fasa bergerak (gas) sangat terkontrol dan kecepatannya tetap.
3)      Pemisahan fisik terjadi didalam kolom yang jenisnya banyak sekali, panjang dan temperaturnya dapat diatur.
4)      Banyak sekali macam detektor yang dapat dipakai pada kromatografi gas (saat ini dikenal 13 macam detektor) dan respons detektor adalah proporsional dengan jumlah tiap komponen yang keluar dari kolom.
5)      Sangat mudah terjadi pencampuran uap sampel kedalam fasa bergerak.
6)      Kromatograf sangat mudah digabung dengan instrumen fisika-kimia yang lainnya, contohnya GC/FT-IR/MS.
7)      Analisis cepat, biasanya hanya dalam hitungan menit.
8)      Tidak merusak sampel.
9)      Sensitivitas tinggi sehingga dapat memisahkan berbagai senyawa yang saling bercampur dan mampu menganalisa berbagai senyawa meskipun dalam kadar/konsentrasi rendah. Seperti dalam udara, terdapat berbagai macam senyawa yang saling bercampur dan dengan ukuran partikel/molekul yang sangat kecil.
Kekurangan dari metode ini adalah sebagai berikut :
1)      Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap
2)      Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan pada tingkat gram mungkin dilakukan, tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada metode lain.
3)      Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat terlarut.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
2.      Famili tumbuhan Lauraceae, Myrtaceae, Rutaceae, Myrysticaceae, Astereaceae, Apocynaceae, Umbeliferae, Pinaceae, Rosaceae, dan Labiatae adalah family tumbuhan yang sangat popular sebagai penghasil minyak atsiri Indonesia.
3.      Analisis komponen minyak atisiri pada tumbuhan menggunakan prinsip kerja dari GC-MS adalah terdiri dari dua blok bangunan utama: kromatografi gas dan spektrometer massa. Kromatografi gas menggunakan kolom kapiler yang tergantung pada dimensi kolom itu (panjang, diameter, ketebalan film) serta sifat fase (misalnya 5% fenil polisiloksan).

B.     Saran
Dalam mengembangbiakkan tanaman yang mengandung minyak atsiri, dimana Indonesia merupakan tempat yang baik dalam pengembangan tanaman-tanaman yang mengandung minyak atsiri karena Indonesia memiliki iklim tropis yang baik. Maka dari itu bagi masyarakat yang telah membaca makalah ini diharapkan untuk ikut melestarikan tumbuhan-tumbuhan tersebut sehingga tanaman tersebut dapat lestari dan memiliki nilai tambah untuk Negara Indonesia.


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_atsiri pada tanggal 14 Desember 2013 pukul 02.00 WIB
[2]  Andria Agusta, Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia, ITB Bandung: Bandung, 2000,
   Halaman 8.
[3] http://media.proquest.com diambil pada tanggal 15 Desember 2013 pukul 8.00 WIB
[4] Andria Agusta, Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia, ITB Bandung: Bandung, 2000,
   Halaman 2-3.
[5] Van Steenis, Flora Pegunungan Jawa, LIPI Press: Jakarta, 2006, Halaman 49.
[6] Van Steenis, dkk, Flora, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2008,  Halaman 192.
[7] Van Steenis, dkk, Flora, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2008,  Halaman 302.
[8] http://www.ristek.go.id pada tanggal 27 Desember pukul 14.39 WIB.
[9] Van Steenis, dkk, Flora, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2008,  Halaman 190.
[10] http://pelajarcerdasyaspia.blogspot.com diambil pada tanggal 20 Desember 2013 pukul 02.36
   WIB

Read More
Diposting oleh Ranum on
0 komentar
categories: | edit post

              tau nggak sih kalu stres itu dapat menyerang siapa saja dan kapan saja??? dimana hati dan fikiran kita terasa "sumpek" resah atau gelisah dan sebenarnya itu adalah awal dari penyakit-penyakit yang besarrr muncul sahabat. seperty darah tinggi, diabetes dan lainnya untuk itu perlu sesuatu yang jitu untuk memerangi yang namanya STRESS.
               Mungkin Sahabat baru tau kalau konsep tentang stres itu baru akhir-akhir ini dikemukakan loh,, konsepsi stres secara biologis adalah penemuan yang lumayan baru. Tidak sampai akhir 1950-an yaitu endokrinologi Hans Selye pertama kali mengidentifikasi stres. Sedangkan gejala stres ada jauh sebelum Mr Selye, penemuannya menyebabkan penelitian baru yang telah membantu jutaan memerangi stres. kali ini kita akan membahas mengenai cara untuk menangani stres,,,



  • Sport atau Olah raga
Olah raga dapat mengurangi stress,, banyak orang ketika berolah raga atau sesudah berolah raga akan merasa lebih fress dan lebih enjoy dalam melakukan apapun selain itu dngan berolah raga akan memperlancar peredaran darah kita dan menjauhkan kita dari berbagai macam penyakit,, so dont be lazy to do Sport,, okey
  • Listening Music
Jika kalian merasa kewalahan dengan situasi stres, cobalah mengambil istirahat dan santai mendengarkan musik klasik. Bermain musik tenang memiliki efek positif pada otak dan tubuh, dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kortisol, hormon yang terkait dengan stres.Sebaiknya guru cello Yo-Yo Ma memainkan Bach, tetapi jika klasik benar-benar tidak hal Anda, cobalah mendengarkan laut atau suara alam. Ini mungkin terdengar cheesy, tapi mereka menampilkan efek santai mirip dengan musik..
  • Call Your Love
Hubungan yang baik dengan teman-teman dan orang yang dicintai adalah penting bagi setiap gaya hidup sehat, dan tidak ada waktu bahwa ini lebih jelas daripada ketika Anda berada di bawah banyak stres. Sebuah suara meyakinkan, bahkan untuk satu menit, dapat menempatkan segala sesuatu dalam perspektif.
  • Instropeksi Diri
Kadang-kadang menelepon teman bukanlah pilihan. Jika hal ini terjadi, berbicara dengan tenang kepada diri sendiri dapat menjadi hal terbaik berikutnya. Jangan khawatir tentang tampak gila-hanya mengatakan pada diri sendiri mengapa Anda stres, apa yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan tugas di tangan, dan yang paling penting, bahwa semuanya akan baik-baik (mempercayai kami, itu akan menjadi)... merenung sejenak tentang kesalahan kita kepada siapapun Terutama Kepada ALLAH SWT.. akan sangat membantu kita ketika stes

  • Makan
Tingkat stres dan diet yang tepat sangat erat terkait. Sayangnya, itu ketika kita memiliki pekerjaan yang paling yang kita lupa untuk makan dengan baik dan resor untuk menggunakan gula, lemak makanan ringan sebagai pick-me-up. Cobalah untuk menghindari mesin penjual otomatis dan rencana ke depan. Buah-buahan dan sayuran yang selalu baik, dan ikan dengan tingkat tinggi asam lemak omega-3 telah terbukti mengurangi gejala stres. Sandwich tuna benar-benar adalah makanan otak
  • Bernafas denngan teratur
Nasihat "mengambil napas dalam" mungkin tampak seperti klise, tapi itu berlaku ketika datang ke stres. Selama berabad-abad, para biksu Buddha telah sadar pernapasan yang disengaja selama meditasi. Untuk latihan tiga sampai lima menit mudah, duduk di kursi dengan kaki Anda rata di lantai dan tangan di atas lutut Anda. Tarik napas masuk dan keluar perlahan dan dalam, berkonsentrasi pada paru-paru Anda karena mereka memperluas sepenuhnya di dada. Sementara pernapasan dangkal menyebabkan stres, bernapas dalam-dalam memberi oksigen darah, membantu pusat tubuh Anda, dan membersihkan pikiran Anda.
  • Tertawa Lepas
Tertawa melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan tingkat penurunan stres menyebabkan hormon kortisol dan adrenalin. Tertawa trik sistem saraf Anda untuk membuat Anda bahagia. Namun, meledak cocok cekikikan di meja Anda mungkin bukan cara yang paling tepat untuk mengatasi stres. Saran kami: menonton beberapa klasik sandiwara Monty Python seperti "Kementerian Konyol Walks." Mereka Brits begitu lucu,

      Itu sebagian cara yang disa dilakukan ketika sahabat stres hehe,, mungkin para sahabat memiliki cara sendiri-sendiri ketika stres itu melanda, boleh di share kuk yang jelas "Easy come Easy go ajja ea"
      take is Easy.... bravooooo

      Read More
      Diposting oleh Ranum on Minggu, 06 April 2014
      0 komentar
      categories: | edit post

      Entri Populer

      Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Blog templatesFree Web Templates